Para petani di Bondowoso kini tak perlu resah saat mengalami kerugian akibat gagal panen. Sebab, lahan pertanian milik mereka saat ini sudah mulai diasuransikan. Asuransi untuk lahan pertanian ini bertujuan untuk melindungi petani dari kerugian yang disebabkan serangan hama, penyakit, kekeringan, maupun musibah banjir yang bisa datang sewaktu-waktu. . “Alhamdulillah, sekarang saya agak sedikit lega. Dengan asuransi ini kami tak perlu khawatir saat terjadi musibah pada lahan pertanian,” kata Muhali, seorang petani asal Binakal, Kamis (19/7/2017). . Kendati, imbuhnya, yang namanya musibah pertanian berupa gagal panen maupun hama, yang dialami petani bisa datang kapan saja dan akan menimpa siapa saja. . “Tapi setidaknya kami sudah ada persiapan. Meski tidak akan diganti total, minimal dapat mengurangi,” ujar Muhali. Adapun kriteria premi asuransi untuk lahan pertanian, bisa dicairkan ketika petani mengalami puso atau gagal panen. Gagal panen ini bisa disebabkan karena serangan hama, kekeringan dan  bencana banjir. Data yang berhasil dihimpun, pada tahun 2017 ini saja setidaknya ada sekitar 7 ribu hektar lahan pertanian di Kabupaten Bondowoso yang sudah diasuransikan. Luasan lahan pertanian tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Nilai pertanggungan yang akan didapat petani dari asuransi itu, rinciannya berupa gagal panen minimal 75% dari luas lahan. Dalam tiap hektar bisa mendapat ganti rugi sekitar Rp 6 juta. Asuransi petani ini sebenarnya Rp 180 ribu per hektar. Tapi petani hanya membayar Rp 36 ribu per hektar. Sebab pemerintah menyubsidi sebesar Rp 144 ribu. Luasan tanah maksimal yang bisa diasuransikan 2 hektar. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Bondowoso Munandar mengatakan, pihaknya berharap bisa tercover semua, meskipun subsidi bagi petani itu akan dilakukan bertahap. . “Mudah-mudahan ke depan kami dapat mengcover untuk menyubidi semua lahan pertanian yang ada,” kata Munandar. (source : Detik.com

Instagram filter used: Normal

Photo taken at: Medan, Indonesia

View in Instagram ⇒

Leave a Reply